{
  "success": true,
  "data": {
    "filename": "sna.json",
    "content": {
      "nodes": [
        {
          "key": "MuafiMuzakki",
          "attributes": {
            "label": "MuafiMuzakki",
            "x": 412.36989957028345,
            "y": 267.86357310716966,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "retweet-000002"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 20.7899,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 2,
              "degree": 2
            },
            "_id": "2046434960933019723",
            "id": "MuafiMuzakki",
            "source": "retweet-000002",
            "content": "Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Akhmad Said Asrori, memberikan pembekalan kepada seluruh pengurus…",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1776743090000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "pcnukabmagelang",
          "attributes": {
            "label": "pcnukabmagelang",
            "x": 228.28617140895824,
            "y": 79.40505960631738,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "retweet-000002"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 29.6257,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 2,
              "out_degree": 0,
              "degree": 2
            },
            "_id": "2046434960933019723",
            "id": "pcnukabmagelang",
            "source": "retweet-000002",
            "content": "Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Akhmad Said Asrori, memberikan pembekalan kepada seluruh pengurus…",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1776743090000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "al_khalid212",
          "attributes": {
            "label": "al_khalid212",
            "x": 765.1147429178537,
            "y": 44.07707923567572,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 20.7899,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2053629253942698248",
            "id": "al_khalid212",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Kalau soal tentang kehalalan & syariah. Negara Indonesia melalui rezimnya tidak akan pernah tertarik. \nKarena tidak menguntungkan untuk dikorupsi. Lihat saja setelah LPPOM MUI lembaga halal MUI dilengserkan diganti logo wayang dari ormas aliran sesat pbnu/nu. Kacau soal halal",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1778458343000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "DravenweX",
          "attributes": {
            "label": "DravenweX",
            "x": 375.932205542296,
            "y": 967.3281057979526,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 38.4614,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2053629253942698248",
            "id": "DravenweX",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Kalau soal tentang kehalalan & syariah. Negara Indonesia melalui rezimnya tidak akan pernah tertarik. \nKarena tidak menguntungkan untuk dikorupsi. Lihat saja setelah LPPOM MUI lembaga halal MUI dilengserkan diganti logo wayang dari ormas aliran sesat pbnu/nu. Kacau soal halal",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1778458343000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "sadili69920",
          "attributes": {
            "label": "sadili69920",
            "x": 758.924639268739,
            "y": 722.9902740419775,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 20.7899,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2052177857586352455",
            "id": "sadili69920",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Kementerian agama mestinya menegur PBNU atau ormas lainnya yang memayungi pondok-pondok pesantren, agar tidak lepas tanggung jawab atas prilaku menyimpang di pondok pesantren. Ormas2 itu hrs merubah struktur dan kultur pondok pesantren, lebih transparan dan tidak feodalistik.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1778112303000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "tempodotco",
          "attributes": {
            "label": "tempodotco",
            "x": 242.2303282041518,
            "y": 580.899603664754,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 38.4614,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2052177857586352455",
            "id": "tempodotco",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Kementerian agama mestinya menegur PBNU atau ormas lainnya yang memayungi pondok-pondok pesantren, agar tidak lepas tanggung jawab atas prilaku menyimpang di pondok pesantren. Ormas2 itu hrs merubah struktur dan kultur pondok pesantren, lebih transparan dan tidak feodalistik.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1778112303000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "akuratco",
          "attributes": {
            "label": "akuratco",
            "x": 393.8179893117742,
            "y": 950.278028445014,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 20.7899,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2051210973453636087",
            "id": "akuratco",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Cak Imin Sebut Kepemimpinan PBNU Gus Yahya Gagal: Tidak Boleh Dilanjutkan\n\nKetua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)  melontarkan kritik terhadap kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ini. Ia menilai kepemimpinan organisasi Nahdlatul Ulama tersebut https://t.co/1k7OcvmqN7",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1777881780000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "cakimiNOW",
          "attributes": {
            "label": "cakimiNOW",
            "x": 403.04425128123734,
            "y": 543.9603933343808,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tweet-000004"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 38.4614,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "2051210973453636087",
            "id": "cakimiNOW",
            "source": "tweet-000004",
            "content": "Cak Imin Sebut Kepemimpinan PBNU Gus Yahya Gagal: Tidak Boleh Dilanjutkan\n\nKetua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)  melontarkan kritik terhadap kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ini. Ia menilai kepemimpinan organisasi Nahdlatul Ulama tersebut https://t.co/1k7OcvmqN7",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1777881780000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "bangsaonline",
          "attributes": {
            "label": "bangsaonline",
            "x": 435.260863141696,
            "y": 562.336199212373,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 26.3999,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 4,
              "out_degree": 4,
              "degree": 8
            },
            "_id": "3886058266237187270_6049672621",
            "id": "bangsaonline",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Tampaknya konflik Pengurus Besar\nNahdlatul Ulama (PBNU) segera mencapai klimaks setelah sekian lama konflik\nantara kubu Rais Aam Syuriah KH Miftakhul Ahyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya\nCholil Staquf (Gus Yahya). Sebanyak 23 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU)\ndari seluruh Indonesia menyampaikan harapan kepada Ketua Umum PBNU Gus Yahya di\nLantai III Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Selasa (282/4/2026).\nMereka mendesak Gus Yahya agar Muktamar ke-35 NU digelar pada akhir Juli atau\nawal Agustus 2026.\n\nTak lama berselang informasi desakan 23 PWNU terhadap PBNU\nitu mencuat ke publik, terutama di kalangan para pengurus NU di berbagai daerah,\ntermasuk di kalangan kiai dan aktivis NU. BANGSAONLINE mendapat banyak kiriman dari\nPCNU dan aktivis NU tentang daftar peserta PWNU berikut tandatangan yang bertemu\nGus Yahya tersebut.\n\nPara PWNU itu menyampaikan tiga poin harapan kepada Gus\nYahya. Pertama, mereka berharap agar Muktamar ke-35 NU digelar pada pada akhir Juli atau awal Agustus 2026. \n\n\"Sesuai hasil Rapat Pleno PBNU pada 29 Januari 2026.\nApabila sampai bulan Agustus 2026 Muktamar belum diselenggarakan, maka PWNU dan\nPCNU menyatakan sikap mosi tidak percaya kepada PBNU,\" kata Ketua PWNU\nJawa Barat KH Juhadi Muhammad kepada Gus Yahya seperti dilansir NU Online.\n\nMenurut dia, kesuksesan Muktamar NU adalah tanggungjawab bersama. \n\nKiai Juhadi yang dikenal sebagai pengusaha itu melanjutkan.\nMenurut dia, harapan kedua, 23 PWNU itu\nberharap PBNU konsisten melaksanakan keputusan Rapat Harian Syuriyah dan\nTanfidziyah PBNU soal penuntasan pembentukan panitia Munas, Konbes, Muktamar,\nserta percepatan penyelesaian Surat Keputusan (SK) pada 18 Maret 2026.\n\nHarapan ketiga, menurut Kiai Juhadi, PBNU atau steering\ncommittee harus sudah menetapkan peserta Muktamar dari PWNU, PCNU, dan PCINU\npaling lambat satu bulan sebelum Mukt...\n\nSupport kami dengan cara Like, Share dan Follow \n\n#bangsaonline #reels #viral",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1777474267000,
            "hashtags": [
              "#bangsaonline",
              "#reels",
              "#viral"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "nuonlinenews",
          "attributes": {
            "label": "nuonlinenews",
            "x": 233.5687791409068,
            "y": 602.530456560269,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 23.2615,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 8,
              "out_degree": 8,
              "degree": 16
            },
            "_id": "3891933732608988865_66210213616",
            "id": "nuonlinenews",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Ulama NU yang tergabung dalam Forum Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur menggelar pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Kamis (7/5/2026). \n\nRais Syuriyah PBNU KH Muhibbul Aman Ali menjelaskan bahwa forum tersebut murni merupakan inisiatif Pondok Pesantren Lirboyo sebagai bentuk kepedulian dan khidmah terhadap jam’iyyah Nahdlatul Ulama. \n\n“Pertemuan tadi mengundang Rais Syuriyah PCNU seluruh Jawa Timur. Hadir juga Rais Syuriyah PWNU DIY, PWNU Jawa Tengah, dan beberapa PWNU lainnya. Pertemuan ini untuk kemaslahatan NU. Tidak ada yang lain, semuanya demi kebaikan NU,” ujar KH Muhibbul Aman Ali, Kamis (7/5/2026), didampingi Katib Syuriyah PBNU KH Athoillah Sholahuddin Anwar.\n\nForum Rois Syuriyah Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Lirboyo menyampaikan rekomendasi kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sebagai berikut:\n\n1. Memohon kepada PBNU untuk segera melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes), dan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara baik, bersih, transparan, menjunjung tinggi etika dan kepatutan sebagai organisasi para ulama, serta berpedoman penuh pada AD/Adan seluruh peraturan perkumpulan Nahdlatul Ulama.\n\n2. Memohon kepada PBNU agar segera melaksanakan rapat pleno sebelum pelaksanaan Munas dan Konbes.\n\n3. Memohon agar dalam pengambilan keputusan dan kebijakan penting serta strategis menuju Muktamar, PBNU melibatkan para sesepuh dari unsur Mustasyar PBNU sebagai bentuk penghormatan terhadap kebijaksanaan ulama sepuh serta demi menjaga kearifan dalam setiap pengambilan keputusan.\n\n4. Mengingat NU adalah pesantren besar dan pesantren merupakan NU kecil, maka forum memohon agar pelaksanaan Muktamar ke-35 dapat diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren demi meneguhkan kembali ruh, tradisi, dan nilai dasar perjuangan jam’iyyah.\n\n5. Mengusulkan agar pelaksanaan Muktamar ke-35 mendatang diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo yang memiliki sejarah panjang dalam khidmah keilmuan, kaderisasi ulama, serta pengabdian kepada Nahdlatul Ulama.\n\nLirboyo, 7 Mei 2026\n\n——————————————————\nBaca berita lainnya di www.nu.or.id\nFollow \n\n#nuonlinenewsmei2026 #",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1778174908000,
            "hashtags": [
              "#nuonlinenewsmei2026"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "d10n_w4hyu",
          "attributes": {
            "label": "d10n_w4hyu",
            "x": 117.13182335709638,
            "y": 814.7319457159124,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 20.7899,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "3899332548589462064_58888583099",
            "id": "d10n_w4hyu",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Waduh ujian Apalagi NU.....? \n\nGus Miftah masuk radar pemimpin masa depan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah mengikuti kegiatan Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) di Ballroom Hotel Aston Cirebon, Jawa Barat, pada 13–17 Mei 2026. Kegiatan tersebut juga diikuti tokoh muda NU lainnya seperti KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf dan KH Imam Jazuli sebagai bagian dari sinyal regenerasi calon pemimpin PBNU.\n\nKetiganya tampil kompak dalam kegiatan tersebut dan dianggap mewakili berbagai kekuatan di tubuh NU, mulai dari tradisi pesantren, pemikiran progresif, hingga dakwah milenial. PMKNU bertujuan mencetak kader yang kuat secara ideologi Aswaja, mampu memimpin organisasi, memahami kebangsaan, serta siap menjadi penggerak masyarakat.\n\n\"Ini merupakan program kaderisasi atau pelatihan kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk mencetak kader NU yang punya wawasan ke-NU-an, kuat secara ideologi Aswaja, mampu memimpin organisasi, memahami kebangsaan, dan siap menjadi penggerak masyarakat,\" ujar Gus Miftah dalam keterangan persnya, Kamis, 14 Mei 2026.\n\nKehadiran Gus Miftah bersama Gus Yusuf dan KH Imam Jazuli dinilai memberi pesan bahwa PBNU tengah menyiapkan generasi pemimpin baru yang kuat secara spiritual sekaligus piawai dalam organisasi. PMKNU disebut sering menjadi tempat lahirnya aktivis NU, politisi, dai, hingga calon pemimpin daerah maupun nasional dari kultur pesantren dan NU.\n\nDipublikasikan Suaracom pada 15 Mei 2026, 09.04 WIB.\nStay updated 24/7. Follow  ✨",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1779056687000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "jogjastudent",
          "attributes": {
            "label": "jogjastudent",
            "x": 785.2273720812874,
            "y": 851.9316003673699,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 38.4614,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "3899332548589462064_58888583099",
            "id": "jogjastudent",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Waduh ujian Apalagi NU.....? \n\nGus Miftah masuk radar pemimpin masa depan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah mengikuti kegiatan Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) di Ballroom Hotel Aston Cirebon, Jawa Barat, pada 13–17 Mei 2026. Kegiatan tersebut juga diikuti tokoh muda NU lainnya seperti KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf dan KH Imam Jazuli sebagai bagian dari sinyal regenerasi calon pemimpin PBNU.\n\nKetiganya tampil kompak dalam kegiatan tersebut dan dianggap mewakili berbagai kekuatan di tubuh NU, mulai dari tradisi pesantren, pemikiran progresif, hingga dakwah milenial. PMKNU bertujuan mencetak kader yang kuat secara ideologi Aswaja, mampu memimpin organisasi, memahami kebangsaan, serta siap menjadi penggerak masyarakat.\n\n\"Ini merupakan program kaderisasi atau pelatihan kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk mencetak kader NU yang punya wawasan ke-NU-an, kuat secara ideologi Aswaja, mampu memimpin organisasi, memahami kebangsaan, dan siap menjadi penggerak masyarakat,\" ujar Gus Miftah dalam keterangan persnya, Kamis, 14 Mei 2026.\n\nKehadiran Gus Miftah bersama Gus Yusuf dan KH Imam Jazuli dinilai memberi pesan bahwa PBNU tengah menyiapkan generasi pemimpin baru yang kuat secara spiritual sekaligus piawai dalam organisasi. PMKNU disebut sering menjadi tempat lahirnya aktivis NU, politisi, dai, hingga calon pemimpin daerah maupun nasional dari kultur pesantren dan NU.\n\nDipublikasikan Suaracom pada 15 Mei 2026, 09.04 WIB.\nStay updated 24/7. Follow  ✨",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1779056687000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "rembangupdates",
          "attributes": {
            "label": "rembangupdates",
            "x": 978.4024651266107,
            "y": 974.082270319024,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 138.5983,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 1,
              "degree": 2
            },
            "_id": "3899449210822201963_11137334381",
            "id": "rembangupdates",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Gus Miftah masuk radar pemimpin masa depan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sinyal ini terlihat saat ia mengikuti kegiatan Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) yang digelar di Ballroom Hotel Aston Cirebon, Jawa Barat, pada 13-17 Mei 2026.\n\nBukan cuma Gus Miftah, hadir pula tokoh muda NU lainnya seperti KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, dan KH Imam Jazuli.\n\nKetiganya tampil kompak mengenakan kemeja putih formal dipadu dengan peci hitam khas aktivis Nahdliyin. Suasana hangat namun tetap serius menyelimuti interaksi mereka, terutama saat berada di bawah bimbingan instruktur senior PBNU, KH Masyhuri Malik.\n\nGus Miftah, dalam keterangan persnya, Kamis, 14 Mei 2026, menjelaskan secara mendalam mengenai urgensi kegiatan ini.\n\n\"Ini merupakan program kaderisasi atau pelatihan kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk mencetak kader NU yang punya wawasan ke-NU-an, kuat secara ideologi Aswaja, mampu memimpin organisasi, memahami kebangsaan, dan siap menjadi penggerak masyarakat,\" ujar Gus Miftah.\n\nPMKNU, lanjut Gus Miftah, sering kali menjadi tempat lahirnya aktivis NU, politisi, dai, hingga calon pemimpin nasional.\n\nDipublikasikan suara.com pada 15 Mei 2026, 09:04 WIB. Stay updated with us. Follow  \n\n#rembangupdate #rembang #inforembang #nu",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1779070594000,
            "hashtags": [
              "#rembangupdate",
              "#rembang",
              "#inforembang",
              "#nu"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "lfpwnuaceh",
          "attributes": {
            "label": "lfpwnuaceh",
            "x": 533.2256501615859,
            "y": 827.699965921713,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 20.7899,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 2,
              "degree": 2
            },
            "_id": "3877797463410686362_71426063578",
            "id": "lfpwnuaceh",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Informasi Kedudukan Hilal terhadap Ufuk untuk Penentuan 1 Dzulqo'dah 1447 H/2026 M di Indonesia menurut Nahdlatul Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama\n\nBerikut disampaikan grafis Kedudukan Hilal terhadap Ufuk Barat Indonesia dalam situasi penentuan 1 Dzulqo'dah 1447H di Indonesia. Yang hendak dilakukan pada Sabtu Kliwon ghurub (saat Matahari terbenam) 18 April 2026 M.\n\nGrafik diterbitkan oleh Lembaga Falakiyah PBNU berdasarkan data falakiyah (d/h. data hisab) produk Penyerasian Hisab 2024.\n\nBerdasarkan grafik tersebut maka posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada pada zona qath'iy al-rukyah .  Sehingga me- rukyah hilal menjadi fardlu kifayah (wajib komunal). \n\nKapan 1 Dzulqo'dah 1447 H akan disampaikan melalui Pengumuman Awal Bulan (PAB) Lembaga Falakiyah PBNU atas dasar hasil rukyatul hilal dalam wilayah hukum Republik Indonesia.\n\nTTD\nLembaga Falakiyah PWNU Aceh\n\nKetua\nDr. Tgk.  , S.Sy., MA.\n\nSekretaris\nDr. Tgk. H.  , S.HI., M.H.\n________________________________________________________\n#falakiyahnu #falakiyahaceh #penggiat_ilmu_falak_aceh #falakiyah_nu_nasional #falakiyah_nu_aceh rukyatul_hilal pwnu_aceh lf_pwnu_aceh rseminar_kebangsaan_pbhuda_pwnuaceh merwat_jagad_membangun_peradaban\nnahdlatululama falakiyah lfpwnuaceh rukyatulhilal AwalZulkaidah tahun1447H",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1776489504000,
            "hashtags": [
              "#falakiyahnu",
              "#falakiyahaceh",
              "#penggiat_ilmu_falak_aceh",
              "#falakiyah_nu_nasional",
              "#falakiyah_nu_aceh"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "ismail_alfalaky",
          "attributes": {
            "label": "ismail_alfalaky",
            "x": 787.1453769979978,
            "y": 871.8062718197189,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 29.6257,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "3877797463410686362_71426063578",
            "id": "ismail_alfalaky",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Informasi Kedudukan Hilal terhadap Ufuk untuk Penentuan 1 Dzulqo'dah 1447 H/2026 M di Indonesia menurut Nahdlatul Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama\n\nBerikut disampaikan grafis Kedudukan Hilal terhadap Ufuk Barat Indonesia dalam situasi penentuan 1 Dzulqo'dah 1447H di Indonesia. Yang hendak dilakukan pada Sabtu Kliwon ghurub (saat Matahari terbenam) 18 April 2026 M.\n\nGrafik diterbitkan oleh Lembaga Falakiyah PBNU berdasarkan data falakiyah (d/h. data hisab) produk Penyerasian Hisab 2024.\n\nBerdasarkan grafik tersebut maka posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada pada zona qath'iy al-rukyah .  Sehingga me- rukyah hilal menjadi fardlu kifayah (wajib komunal). \n\nKapan 1 Dzulqo'dah 1447 H akan disampaikan melalui Pengumuman Awal Bulan (PAB) Lembaga Falakiyah PBNU atas dasar hasil rukyatul hilal dalam wilayah hukum Republik Indonesia.\n\nTTD\nLembaga Falakiyah PWNU Aceh\n\nKetua\nDr. Tgk.  , S.Sy., MA.\n\nSekretaris\nDr. Tgk. H.  , S.HI., M.H.\n________________________________________________________\n#falakiyahnu #falakiyahaceh #penggiat_ilmu_falak_aceh #falakiyah_nu_nasional #falakiyah_nu_aceh rukyatul_hilal pwnu_aceh lf_pwnu_aceh rseminar_kebangsaan_pbhuda_pwnuaceh merwat_jagad_membangun_peradaban\nnahdlatululama falakiyah lfpwnuaceh rukyatulhilal AwalZulkaidah tahun1447H",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1776489504000,
            "hashtags": [
              "#falakiyahnu",
              "#falakiyahaceh",
              "#penggiat_ilmu_falak_aceh",
              "#falakiyah_nu_nasional",
              "#falakiyah_nu_aceh"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "alfirdausputrasalma",
          "attributes": {
            "label": "alfirdausputrasalma",
            "x": 117.20731326335554,
            "y": 455.86532201746166,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "instagram-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 29.6257,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "3877797463410686362_71426063578",
            "id": "alfirdausputrasalma",
            "source": "instagram-000001",
            "content": "Informasi Kedudukan Hilal terhadap Ufuk untuk Penentuan 1 Dzulqo'dah 1447 H/2026 M di Indonesia menurut Nahdlatul Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama\n\nBerikut disampaikan grafis Kedudukan Hilal terhadap Ufuk Barat Indonesia dalam situasi penentuan 1 Dzulqo'dah 1447H di Indonesia. Yang hendak dilakukan pada Sabtu Kliwon ghurub (saat Matahari terbenam) 18 April 2026 M.\n\nGrafik diterbitkan oleh Lembaga Falakiyah PBNU berdasarkan data falakiyah (d/h. data hisab) produk Penyerasian Hisab 2024.\n\nBerdasarkan grafik tersebut maka posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada pada zona qath'iy al-rukyah .  Sehingga me- rukyah hilal menjadi fardlu kifayah (wajib komunal). \n\nKapan 1 Dzulqo'dah 1447 H akan disampaikan melalui Pengumuman Awal Bulan (PAB) Lembaga Falakiyah PBNU atas dasar hasil rukyatul hilal dalam wilayah hukum Republik Indonesia.\n\nTTD\nLembaga Falakiyah PWNU Aceh\n\nKetua\nDr. Tgk.  , S.Sy., MA.\n\nSekretaris\nDr. Tgk. H.  , S.HI., M.H.\n________________________________________________________\n#falakiyahnu #falakiyahaceh #penggiat_ilmu_falak_aceh #falakiyah_nu_nasional #falakiyah_nu_aceh rukyatul_hilal pwnu_aceh lf_pwnu_aceh rseminar_kebangsaan_pbhuda_pwnuaceh merwat_jagad_membangun_peradaban\nnahdlatululama falakiyah lfpwnuaceh rukyatulhilal AwalZulkaidah tahun1447H",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1776489504000,
            "hashtags": [
              "#falakiyahnu",
              "#falakiyahaceh",
              "#penggiat_ilmu_falak_aceh",
              "#falakiyah_nu_nasional",
              "#falakiyah_nu_aceh"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "imamjazuli76",
          "attributes": {
            "label": "imamjazuli76",
            "x": 695.7358034311166,
            "y": 955.5129407151544,
            "size": 15.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 20.7899,
              "eigenvector": 250.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 3,
              "degree": 3
            },
            "_id": "7639872459323231495",
            "id": "imamjazuli76",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Bersama    mengikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) adalah program kaderisasi tingkat menengah strategis dari PBNU untuk meningkatkan kapasitas, militansi, dan kualitas kepemimpinan pengurus NU di tingkat PBNU,  wilayah (PWNU) dan cabang (PCNU). PMKNU berfokus pada penguatan ideologi, keorganisasian, serta adaptabilitas kader di tengah masyarakat.  Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Aston Cirebon 13-17 Mei,  dengan kegiatan sangat full, kami hanya punya waktu Istirahat 4 jam dari pukul 24.00-04.00 dinihari, sisanya waktu istirahat hanya untuk solat dan makan saja, bener-bener menguras Energi dan Fisik. Alhamdulillah kami menjalaninya dengan semangat, bahagia dan penuh tanggung jawab. Harus meninggalkan pesantren selama 5 hari penuh bukan perkara mudah, tapi ini harus saya ikuti untuk melanjutkan strata sebelumnya yaitu Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) mewakili PP RmI yang saya ikuti di Reangas Dengklok Karawang tahun 2013 Bismillah, semoga bermanfaat dan disehatkan.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1778796433000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "gusmiftah",
          "attributes": {
            "label": "gusmiftah",
            "x": 438.4735617378639,
            "y": 587.0132142078264,
            "size": 15.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 26.6804,
              "eigenvector": 250.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7639872459323231495",
            "id": "gusmiftah",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Bersama    mengikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) adalah program kaderisasi tingkat menengah strategis dari PBNU untuk meningkatkan kapasitas, militansi, dan kualitas kepemimpinan pengurus NU di tingkat PBNU,  wilayah (PWNU) dan cabang (PCNU). PMKNU berfokus pada penguatan ideologi, keorganisasian, serta adaptabilitas kader di tengah masyarakat.  Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Aston Cirebon 13-17 Mei,  dengan kegiatan sangat full, kami hanya punya waktu Istirahat 4 jam dari pukul 24.00-04.00 dinihari, sisanya waktu istirahat hanya untuk solat dan makan saja, bener-bener menguras Energi dan Fisik. Alhamdulillah kami menjalaninya dengan semangat, bahagia dan penuh tanggung jawab. Harus meninggalkan pesantren selama 5 hari penuh bukan perkara mudah, tapi ini harus saya ikuti untuk melanjutkan strata sebelumnya yaitu Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) mewakili PP RmI yang saya ikuti di Reangas Dengklok Karawang tahun 2013 Bismillah, semoga bermanfaat dan disehatkan.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1778796433000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "ipangwahid",
          "attributes": {
            "label": "ipangwahid",
            "x": 312.683350668897,
            "y": 631.5607590048295,
            "size": 15.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 26.6804,
              "eigenvector": 250.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7639872459323231495",
            "id": "ipangwahid",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Bersama    mengikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) adalah program kaderisasi tingkat menengah strategis dari PBNU untuk meningkatkan kapasitas, militansi, dan kualitas kepemimpinan pengurus NU di tingkat PBNU,  wilayah (PWNU) dan cabang (PCNU). PMKNU berfokus pada penguatan ideologi, keorganisasian, serta adaptabilitas kader di tengah masyarakat.  Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Aston Cirebon 13-17 Mei,  dengan kegiatan sangat full, kami hanya punya waktu Istirahat 4 jam dari pukul 24.00-04.00 dinihari, sisanya waktu istirahat hanya untuk solat dan makan saja, bener-bener menguras Energi dan Fisik. Alhamdulillah kami menjalaninya dengan semangat, bahagia dan penuh tanggung jawab. Harus meninggalkan pesantren selama 5 hari penuh bukan perkara mudah, tapi ini harus saya ikuti untuk melanjutkan strata sebelumnya yaitu Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) mewakili PP RmI yang saya ikuti di Reangas Dengklok Karawang tahun 2013 Bismillah, semoga bermanfaat dan disehatkan.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1778796433000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "yusuf_ch",
          "attributes": {
            "label": "yusuf_ch",
            "x": 772.0160988096067,
            "y": 872.3694454006637,
            "size": 15.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 26.6804,
              "eigenvector": 250.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7639872459323231495",
            "id": "yusuf_ch",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Bersama    mengikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) adalah program kaderisasi tingkat menengah strategis dari PBNU untuk meningkatkan kapasitas, militansi, dan kualitas kepemimpinan pengurus NU di tingkat PBNU,  wilayah (PWNU) dan cabang (PCNU). PMKNU berfokus pada penguatan ideologi, keorganisasian, serta adaptabilitas kader di tengah masyarakat.  Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Aston Cirebon 13-17 Mei,  dengan kegiatan sangat full, kami hanya punya waktu Istirahat 4 jam dari pukul 24.00-04.00 dinihari, sisanya waktu istirahat hanya untuk solat dan makan saja, bener-bener menguras Energi dan Fisik. Alhamdulillah kami menjalaninya dengan semangat, bahagia dan penuh tanggung jawab. Harus meninggalkan pesantren selama 5 hari penuh bukan perkara mudah, tapi ini harus saya ikuti untuk melanjutkan strata sebelumnya yaitu Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) mewakili PP RmI yang saya ikuti di Reangas Dengklok Karawang tahun 2013 Bismillah, semoga bermanfaat dan disehatkan.",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1778796433000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "relawan_surya_dharma",
          "attributes": {
            "label": "relawan_surya_dharma",
            "x": 829.0612912310252,
            "y": 194.30089693651598,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 20.7899,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 2,
              "degree": 2
            },
            "_id": "7636275046142512405",
            "id": "relawan_surya_dharma",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, saat ini sedang didorong oleh sejumlah pihak untuk masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35. Cak Imin dianggap sebagai sosok yang matang di dunia politik dan sudah saatnya mengabdi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). #humas_surya_dharma #kabar_surya #voice_of_dpw_pkb_aceh #pkb #dprk_bireuen   PKB  PKB Aceh",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1777958845000,
            "hashtags": [
              "#humas_surya_dharma",
              "#kabar_surya",
              "#voice_of_dpw_pkb_aceh",
              "#pkb",
              "#dprk_bireuen"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "DPP",
          "attributes": {
            "label": "DPP",
            "x": 288.1169256045617,
            "y": 774.2638706109626,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 29.6257,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7636275046142512405",
            "id": "DPP",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, saat ini sedang didorong oleh sejumlah pihak untuk masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35. Cak Imin dianggap sebagai sosok yang matang di dunia politik dan sudah saatnya mengabdi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). #humas_surya_dharma #kabar_surya #voice_of_dpw_pkb_aceh #pkb #dprk_bireuen   PKB  PKB Aceh",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1777958845000,
            "hashtags": [
              "#humas_surya_dharma",
              "#kabar_surya",
              "#voice_of_dpw_pkb_aceh",
              "#pkb",
              "#dprk_bireuen"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "DPW",
          "attributes": {
            "label": "DPW",
            "x": 711.4150329529266,
            "y": 559.3439718881489,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 29.6257,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7636275046142512405",
            "id": "DPW",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, saat ini sedang didorong oleh sejumlah pihak untuk masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35. Cak Imin dianggap sebagai sosok yang matang di dunia politik dan sudah saatnya mengabdi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). #humas_surya_dharma #kabar_surya #voice_of_dpw_pkb_aceh #pkb #dprk_bireuen   PKB  PKB Aceh",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1777958845000,
            "hashtags": [
              "#humas_surya_dharma",
              "#kabar_surya",
              "#voice_of_dpw_pkb_aceh",
              "#pkb",
              "#dprk_bireuen"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "nuonlinejatim",
          "attributes": {
            "label": "nuonlinejatim",
            "x": 644.0020553775576,
            "y": 469.03899198904196,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 26.3999,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 4,
              "out_degree": 4,
              "degree": 8
            },
            "_id": "7634520584185023765",
            "id": "nuonlinejatim",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Forum Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) berharap agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melaksanakan Muktamar NU pada Juli-Agustus 2026, sesuai dengan hasil Rapat Pleno pada 26 Januari 2026 lalu. Sumber: https://jatim.nu.or.id/metropolis/forum-ketua-pwnu-harap-pbnu-laksanakan-muktamar-pada-juli-agustus-2026-MXQ4d Follow us : Instagram :  Tiktok :  X :  Fanspage :  Website : jatim.nu.or.id ___ #nahdlatululama #NUOnlineJatim #pwnujatim #pbnu",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1777550350000,
            "hashtags": [
              "#nahdlatululama",
              "#nuonlinejatim",
              "#pwnujatim",
              "#pbnu"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "hybest.info",
          "attributes": {
            "label": "hybest.info",
            "x": 908.785428489705,
            "y": 447.89844870667304,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 20.7899,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7594064883574934805",
            "id": "hybest.info",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan tidak akan ikut campur dalam proses hukum yang menjerat adiknya, eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, terkait dugaan korupsi kuota haji. Gus Yahya menyatakan bahwa penetapan tersangka merupakan sepenuhnya kewenangan aparat penegak hukum dan harus dihormati. Meski secara emosional sebagai kakak turut merasakan, ia menegaskan persoalan hukum harus tetap berjalan sesuai aturan. Ia juga memastikan Nahdlatul Ulama tidak memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut. Menurutnya, tindakan individu tidak bisa diseret menjadi tanggung jawab organisasi. Bagaimana menurut kamu? Source: rmol Follow  untuk info menarik lainnya! #hybestinfo #gusyahya #yaqutcholil #PBNU #korupsikuotahaji",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1768131028000,
            "hashtags": [
              "#hybestinfo",
              "#gusyahya",
              "#yaqutcholil",
              "#pbnu",
              "#korupsikuotahaji"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "hybestinfo",
          "attributes": {
            "label": "hybestinfo",
            "x": 935.9876552247122,
            "y": 940.3677294414078,
            "size": 3.0,
            "color": "#ED3E3E",
            "sentiment": "negatif",
            "labels": [
              "tiktok-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 38.4614,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "7594064883574934805",
            "id": "hybestinfo",
            "source": "tiktok-000001",
            "content": "Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan tidak akan ikut campur dalam proses hukum yang menjerat adiknya, eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, terkait dugaan korupsi kuota haji. Gus Yahya menyatakan bahwa penetapan tersangka merupakan sepenuhnya kewenangan aparat penegak hukum dan harus dihormati. Meski secara emosional sebagai kakak turut merasakan, ia menegaskan persoalan hukum harus tetap berjalan sesuai aturan. Ia juga memastikan Nahdlatul Ulama tidak memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut. Menurutnya, tindakan individu tidak bisa diseret menjadi tanggung jawab organisasi. Bagaimana menurut kamu? Source: rmol Follow  untuk info menarik lainnya! #hybestinfo #gusyahya #yaqutcholil #PBNU #korupsikuotahaji",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1768131028000,
            "hashtags": [
              "#hybestinfo",
              "#gusyahya",
              "#yaqutcholil",
              "#pbnu",
              "#korupsikuotahaji"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Gusipulid",
          "attributes": {
            "label": "Gusipulid",
            "x": 33.00898861153867,
            "y": 834.1858005186916,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "facebook-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 20.7899,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "105698153544140_916711559915483",
            "id": "Gusipulid",
            "source": "facebook-000001",
            "content": "Foto kenang-kenangan bersama Presiden  , Ketua Umum PBNU Gus Yahya Cholil Staquf serta para pengurus PBNU saat Harlah Muslimat di GBK beberapa hari lalu. Selamat memasuki tahun ke-2 di abad ke-2 Nahdlatul Ulama…",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1705922921000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "jokowi",
          "attributes": {
            "label": "jokowi",
            "x": 257.79591445864145,
            "y": 431.987122056935,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "facebook-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 38.4614,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "105698153544140_916711559915483",
            "id": "jokowi",
            "source": "facebook-000001",
            "content": "Foto kenang-kenangan bersama Presiden  , Ketua Umum PBNU Gus Yahya Cholil Staquf serta para pengurus PBNU saat Harlah Muslimat di GBK beberapa hari lalu. Selamat memasuki tahun ke-2 di abad ke-2 Nahdlatul Ulama…",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1705922921000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@SANTRIPOJOK99",
          "attributes": {
            "label": "@SANTRIPOJOK99",
            "x": 230.18003996235416,
            "y": 742.3398284048432,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 20.7899,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "VIZGmjRr83c",
            "id": "@SANTRIPOJOK99",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "🔴PENTING UNTUK PARA CALON KETUA PBNU‼️Mengingat pesan Gus Mus KH Mustofa Bisri\n\nPENTING UNTUK PARA CALON KETUA PBNU‼️Mengingat pesan Gus Mus KH Mustofa Bisri\nmungkin yang dicalonkan di antaranya adalah Gus Yahya Gus Yusuf Gus Ipul Gus Miftah KH imam Jazuli cak Imin KH Marzuki mustamar dan Gus atau kyai atau ulama yang lain. \npesan Gus Mus adalah tentang Nahdlatul ulama yang sangat penting dipahami karena itu organisasi terbesar di dunia. \n#gusmus #gusyahya #pbnu ‪‬",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1779062546000,
            "hashtags": [
              "#gusmus",
              "#gusyahya",
              "#pbnu"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "SANTRIPOJOK99",
          "attributes": {
            "label": "SANTRIPOJOK99",
            "x": 973.6565762624662,
            "y": 335.4343324986605,
            "size": 3.0,
            "color": "#B3B6C6",
            "sentiment": "netral",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 38.4614,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "VIZGmjRr83c",
            "id": "SANTRIPOJOK99",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "🔴PENTING UNTUK PARA CALON KETUA PBNU‼️Mengingat pesan Gus Mus KH Mustofa Bisri\n\nPENTING UNTUK PARA CALON KETUA PBNU‼️Mengingat pesan Gus Mus KH Mustofa Bisri\nmungkin yang dicalonkan di antaranya adalah Gus Yahya Gus Yusuf Gus Ipul Gus Miftah KH imam Jazuli cak Imin KH Marzuki mustamar dan Gus atau kyai atau ulama yang lain. \npesan Gus Mus adalah tentang Nahdlatul ulama yang sangat penting dipahami karena itu organisasi terbesar di dunia. \n#gusmus #gusyahya #pbnu ‪‬",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1779062546000,
            "hashtags": [
              "#gusmus",
              "#gusyahya",
              "#pbnu"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@cbtvnewsindonesia77",
          "attributes": {
            "label": "@cbtvnewsindonesia77",
            "x": 77.20551031945743,
            "y": 902.0523949312138,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 20.7899,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 0,
              "out_degree": 1,
              "degree": 1
            },
            "_id": "-N6RlYRdOgQ",
            "id": "@cbtvnewsindonesia77",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "LAZISNU Ranting Jati Gelar Lailatul Ijtima' (\n\nLazisnu Ranting Kelurahan Jati gelar Lailatul Ijtima' Bersama Pengurus N U Ranting Jati dan Banom.\n\n\nProbolinggo cb news Indonesia. \n\n\nLazisnu merupakan sebuah Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama, wadah ini resmi milik PBN U yang tugasnya ngelola dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf dari masyarakat.\n\nTugas utama Lazisnu adalah Menghimpun dan mengumpulkan Ziswaf dari warga N U dan masyarakat umum, sarana media kotak Koin N U, transfer, Qris, dan lainnya.\n\nMendistribusikan dan menyalurkan ke 8 asnaf serta program pemberdayaan, dan Mendayagunakan dengan membuat program biar penerima manfaat bisa mandiri.\n\n\nProgram andalan Lazisnu memiliki Koin N U, dengan Gerakan kotak infak di rumah warga N U, Receh tiap hari manfaatnya sangat besar, Dan juga N U Care, merupakan Brand penyaluran bantuan bencana, beasiswa, kesehatan, dan ekonomi.\n\nSantunan Yatim dan kaum Dhuafa merupakan kegiatan Rutin tiap bulan Ramadan, serta memiliki program Bedah Rumah, Air Bersih, Modal Usaha dan Fokus pemberdayaan.\n\n\nStruktur Lazisnu sangat jelas dan terstruktur, PBNU Tingkat pusat, PWNU provinsi, PCNU tingkat kabupaten dan kota, MWCNU ditingkat kecamatan, sampai ranting kelurahan dan desa.\n\n\nTerbentuknya Lazisnu ranting kelurahan jati beberapa hari yang lalu, ini merupakan langkah awal N U Ranting Kelurahan Jati bergerak dan bekerja untuk kemaslahatan umat. \n\ndalam hal ini, pengurus Lazisnu Ranting Jati untuk menyamakan persepsi visi dan misi kedepan, Lazisnu ranting jati gelar acara Lailatul Ijtima' yang bertempat di rumah kediaman Ustadz Fauzi ketua Lazisnu Ranting Jati, di jalan Damarwulan barat kantor kelurahan jati, Minggu 8 Mei 2026 malam. \n\n\nHadir dalam kesempatan tersebut, Lurah jati Gilang Ramadhan Layadi, Ketua PC Lazisnu Kota Probolinggo yang mewakili, Ketua N U Ranting Jati dan pengurus, Ansor Ranting, Muslimat N U Ranting Jati, Fatayat, Pimpinan majelis taklim safinatus Sholihin kelurahan jati, Ketua dan Pengurus Lazisnu ranting jati yang baru terpilih masa khidmat 2.025 hingga 2.030.\n\n\nLurah Jati Gilang Ramadhan Layadi dalam sambutannya mengatakan, Alhamdulillah bahwa pada malam ini saya bisa hadir dan  berkumpul bersama Para pengurus N U Ranting Jati dan juga badan Otonom atau Banom N U yang wilayah kerjanya di kelurahan jati, jelas Gilang Ramadhan. \n\n\nlebih lanjut Gilang Ramadhan mengatakan, bahwa saya sejak kecil sudah mengenal apa itu Nahdlatul Ulama, organisasi besar di wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia NKRI, jadi N U tidak asing bagi saya, namun saya baru diawal tahun 2.026 mengerti dan mengetahui pimpinan dan pengurus N U di tingkat ranting kelurahan jati, setelah mereka datang dan melakukan koordinasi dan Audensi di kantor kami, pungkas lurah jati Gilang Ramadhan. \n\n\nSementara itu, Ketua N U Ranting Jati Mamad Abdullah menyampaikan dan berpesan kepada pimpinan dan pengurus Lazisnu ranting jati yang baru, ini merupakan amanah yang harus kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab, bekerja melayani ummat dengan hati yang ikhlas, jujur dan transparan, kita ikuti langkah Nabi Muhammad, para Alim Ulama, dan Para kiai pendiri organisasi masyarakat Nahdlatul ulama, tutup Mamad Abdullah.\n\n\nMamad Abdullah dan Dwi Suryadi koresponden cb news Indonesia mengabarkan dari kota Probolinggo Jawa Timur. (‪‬)\n\n\n#walikotaprobolinggo #nahdlatululama #presidenprabowo",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1778541426000,
            "hashtags": [
              "#walikotaprobolinggo",
              "#nahdlatululama",
              "#presidenprabowo"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "cbtvnewsindonesia77",
          "attributes": {
            "label": "cbtvnewsindonesia77",
            "x": 721.5416234585401,
            "y": 807.0513570136927,
            "size": 3.0,
            "color": "#3EC764",
            "sentiment": "positif",
            "labels": [
              "youtube-000001"
            ],
            "scores": {
              "pagerank": 38.4614,
              "eigenvector": 0.0,
              "in_degree": 1,
              "out_degree": 0,
              "degree": 1
            },
            "_id": "-N6RlYRdOgQ",
            "id": "cbtvnewsindonesia77",
            "source": "youtube-000001",
            "content": "LAZISNU Ranting Jati Gelar Lailatul Ijtima' (\n\nLazisnu Ranting Kelurahan Jati gelar Lailatul Ijtima' Bersama Pengurus N U Ranting Jati dan Banom.\n\n\nProbolinggo cb news Indonesia. \n\n\nLazisnu merupakan sebuah Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama, wadah ini resmi milik PBN U yang tugasnya ngelola dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf dari masyarakat.\n\nTugas utama Lazisnu adalah Menghimpun dan mengumpulkan Ziswaf dari warga N U dan masyarakat umum, sarana media kotak Koin N U, transfer, Qris, dan lainnya.\n\nMendistribusikan dan menyalurkan ke 8 asnaf serta program pemberdayaan, dan Mendayagunakan dengan membuat program biar penerima manfaat bisa mandiri.\n\n\nProgram andalan Lazisnu memiliki Koin N U, dengan Gerakan kotak infak di rumah warga N U, Receh tiap hari manfaatnya sangat besar, Dan juga N U Care, merupakan Brand penyaluran bantuan bencana, beasiswa, kesehatan, dan ekonomi.\n\nSantunan Yatim dan kaum Dhuafa merupakan kegiatan Rutin tiap bulan Ramadan, serta memiliki program Bedah Rumah, Air Bersih, Modal Usaha dan Fokus pemberdayaan.\n\n\nStruktur Lazisnu sangat jelas dan terstruktur, PBNU Tingkat pusat, PWNU provinsi, PCNU tingkat kabupaten dan kota, MWCNU ditingkat kecamatan, sampai ranting kelurahan dan desa.\n\n\nTerbentuknya Lazisnu ranting kelurahan jati beberapa hari yang lalu, ini merupakan langkah awal N U Ranting Kelurahan Jati bergerak dan bekerja untuk kemaslahatan umat. \n\ndalam hal ini, pengurus Lazisnu Ranting Jati untuk menyamakan persepsi visi dan misi kedepan, Lazisnu ranting jati gelar acara Lailatul Ijtima' yang bertempat di rumah kediaman Ustadz Fauzi ketua Lazisnu Ranting Jati, di jalan Damarwulan barat kantor kelurahan jati, Minggu 8 Mei 2026 malam. \n\n\nHadir dalam kesempatan tersebut, Lurah jati Gilang Ramadhan Layadi, Ketua PC Lazisnu Kota Probolinggo yang mewakili, Ketua N U Ranting Jati dan pengurus, Ansor Ranting, Muslimat N U Ranting Jati, Fatayat, Pimpinan majelis taklim safinatus Sholihin kelurahan jati, Ketua dan Pengurus Lazisnu ranting jati yang baru terpilih masa khidmat 2.025 hingga 2.030.\n\n\nLurah Jati Gilang Ramadhan Layadi dalam sambutannya mengatakan, Alhamdulillah bahwa pada malam ini saya bisa hadir dan  berkumpul bersama Para pengurus N U Ranting Jati dan juga badan Otonom atau Banom N U yang wilayah kerjanya di kelurahan jati, jelas Gilang Ramadhan. \n\n\nlebih lanjut Gilang Ramadhan mengatakan, bahwa saya sejak kecil sudah mengenal apa itu Nahdlatul Ulama, organisasi besar di wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia NKRI, jadi N U tidak asing bagi saya, namun saya baru diawal tahun 2.026 mengerti dan mengetahui pimpinan dan pengurus N U di tingkat ranting kelurahan jati, setelah mereka datang dan melakukan koordinasi dan Audensi di kantor kami, pungkas lurah jati Gilang Ramadhan. \n\n\nSementara itu, Ketua N U Ranting Jati Mamad Abdullah menyampaikan dan berpesan kepada pimpinan dan pengurus Lazisnu ranting jati yang baru, ini merupakan amanah yang harus kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab, bekerja melayani ummat dengan hati yang ikhlas, jujur dan transparan, kita ikuti langkah Nabi Muhammad, para Alim Ulama, dan Para kiai pendiri organisasi masyarakat Nahdlatul ulama, tutup Mamad Abdullah.\n\n\nMamad Abdullah dan Dwi Suryadi koresponden cb news Indonesia mengabarkan dari kota Probolinggo Jawa Timur. (‪‬)\n\n\n#walikotaprobolinggo #nahdlatululama #presidenprabowo",
            "post_id": "",
            "timestamp": 1778541426000,
            "hashtags": [
              "#walikotaprobolinggo",
              "#nahdlatululama",
              "#presidenprabowo"
            ]
          }
        }
      ],
      "edges": [
        {
          "key": "MuafiMuzakki",
          "source": "MuafiMuzakki",
          "target": "pcnukabmagelang",
          "attributes": {
            "label": "retweet",
            "type": "retweet",
            "source": "retweet-000002",
            "timestamp": 1776743090000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "MuafiMuzakki",
          "source": "MuafiMuzakki",
          "target": "pcnukabmagelang",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "retweet-000002",
            "timestamp": 1776743090000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "al_khalid212",
          "source": "al_khalid212",
          "target": "DravenweX",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1778458343000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "sadili69920",
          "source": "sadili69920",
          "target": "tempodotco",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1778112303000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "akuratco",
          "source": "akuratco",
          "target": "cakimiNOW",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tweet-000004",
            "timestamp": 1777881780000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "bangsaonline",
          "source": "bangsaonline",
          "target": "bangsaonline",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1777474267000,
            "hashtags": [
              "#bangsaonline",
              "#reels",
              "#viral"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "nuonlinenews",
          "source": "nuonlinenews",
          "target": "nuonlinenews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1778174908000,
            "hashtags": [
              "#nuonlinenewsmei2026"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "nuonlinenews",
          "source": "nuonlinenews",
          "target": "nuonlinenews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1777976877000,
            "hashtags": [
              "#nuonlinenewsmei2026",
              "#pbnu",
              "#kekerasanseksual",
              "#pelecehanseksual",
              "#pesantren"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "nuonlinenews",
          "source": "nuonlinenews",
          "target": "nuonlinenews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1778496304000,
            "hashtags": [
              "#nuonlinenewsmei2026",
              "#pbnu",
              "#muktamar",
              "#muktamar35",
              "#panitiamuktamar"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "bangsaonline",
          "source": "bangsaonline",
          "target": "bangsaonline",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1779716165000,
            "hashtags": [
              "#bangsaonline",
              "#reels",
              "#viral"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "d10n_w4hyu",
          "source": "d10n_w4hyu",
          "target": "jogjastudent",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1779056687000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "rembangupdates",
          "source": "rembangupdates",
          "target": "rembangupdates",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1779070594000,
            "hashtags": [
              "#rembangupdate",
              "#rembang",
              "#inforembang",
              "#nu"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "nuonlinenews",
          "source": "nuonlinenews",
          "target": "nuonlinenews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1779365840000,
            "hashtags": [
              "#pbnu",
              "#nuonlinenews",
              "#muktamar"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "nuonlinenews",
          "source": "nuonlinenews",
          "target": "nuonlinenews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1779191935000,
            "hashtags": [
              "#nuonlinenewsmei2026",
              "#nakba",
              "#palestina",
              "#freepalestina",
              "#pbnu"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "nuonlinenews",
          "source": "nuonlinenews",
          "target": "nuonlinenews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1779023911000,
            "hashtags": [
              "#nuonlinenewsmei2026",
              "#haji2026",
              "#haji",
              "#ibadahhaji",
              "#makka"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "nuonlinenews",
          "source": "nuonlinenews",
          "target": "nuonlinenews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1779276330000,
            "hashtags": [
              "#nuonlinenewsmei2026",
              "#globalsumudflotilla",
              "#palestina",
              "#freepalestina",
              "#gaza"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "lfpwnuaceh",
          "source": "lfpwnuaceh",
          "target": "ismail_alfalaky",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1776489504000,
            "hashtags": [
              "#falakiyahnu",
              "#falakiyahaceh",
              "#penggiat_ilmu_falak_aceh",
              "#falakiyah_nu_nasional",
              "#falakiyah_nu_aceh"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "lfpwnuaceh",
          "source": "lfpwnuaceh",
          "target": "alfirdausputrasalma",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1776489504000,
            "hashtags": [
              "#falakiyahnu",
              "#falakiyahaceh",
              "#penggiat_ilmu_falak_aceh",
              "#falakiyah_nu_nasional",
              "#falakiyah_nu_aceh"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "nuonlinenews",
          "source": "nuonlinenews",
          "target": "nuonlinenews",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "instagram-000001",
            "timestamp": 1779276626000,
            "hashtags": [
              "#nuonlinenewsmei2026",
              "#keluarga",
              "#tepuksakinah",
              "#nikah",
              "#kemenag"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "imamjazuli76",
          "source": "imamjazuli76",
          "target": "gusmiftah",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1778796433000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "imamjazuli76",
          "source": "imamjazuli76",
          "target": "ipangwahid",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1778796433000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "imamjazuli76",
          "source": "imamjazuli76",
          "target": "yusuf_ch",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1778796433000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "relawan_surya_dharma",
          "source": "relawan_surya_dharma",
          "target": "DPP",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1777958845000,
            "hashtags": [
              "#humas_surya_dharma",
              "#kabar_surya",
              "#voice_of_dpw_pkb_aceh",
              "#pkb",
              "#dprk_bireuen"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "relawan_surya_dharma",
          "source": "relawan_surya_dharma",
          "target": "DPW",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1777958845000,
            "hashtags": [
              "#humas_surya_dharma",
              "#kabar_surya",
              "#voice_of_dpw_pkb_aceh",
              "#pkb",
              "#dprk_bireuen"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "nuonlinejatim",
          "source": "nuonlinejatim",
          "target": "nuonlinejatim",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1777550350000,
            "hashtags": [
              "#nahdlatululama",
              "#nuonlinejatim",
              "#pwnujatim",
              "#pbnu"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "nuonlinejatim",
          "source": "nuonlinejatim",
          "target": "nuonlinejatim",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1777550350000,
            "hashtags": [
              "#nahdlatululama",
              "#nuonlinejatim",
              "#pwnujatim",
              "#pbnu"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "nuonlinejatim",
          "source": "nuonlinejatim",
          "target": "nuonlinejatim",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1777550350000,
            "hashtags": [
              "#nahdlatululama",
              "#nuonlinejatim",
              "#pwnujatim",
              "#pbnu"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "nuonlinejatim",
          "source": "nuonlinejatim",
          "target": "nuonlinejatim",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1777550350000,
            "hashtags": [
              "#nahdlatululama",
              "#nuonlinejatim",
              "#pwnujatim",
              "#pbnu"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "hybest.info",
          "source": "hybest.info",
          "target": "hybestinfo",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "tiktok-000001",
            "timestamp": 1768131028000,
            "hashtags": [
              "#hybestinfo",
              "#gusyahya",
              "#yaqutcholil",
              "#pbnu",
              "#korupsikuotahaji"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "bangsaonline",
          "source": "bangsaonline",
          "target": "bangsaonline",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1779716162000,
            "hashtags": [
              "#bangsaonline",
              "#reels",
              "#viral"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "bangsaonline",
          "source": "bangsaonline",
          "target": "bangsaonline",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1777474264000,
            "hashtags": [
              "#bangsaonline",
              "#reels",
              "#viral"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "Gusipulid",
          "source": "Gusipulid",
          "target": "jokowi",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "facebook-000001",
            "timestamp": 1705922921000,
            "hashtags": []
          }
        },
        {
          "key": "@SANTRIPOJOK99",
          "source": "@SANTRIPOJOK99",
          "target": "SANTRIPOJOK99",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1779062546000,
            "hashtags": [
              "#gusmus",
              "#gusyahya",
              "#pbnu"
            ]
          }
        },
        {
          "key": "@cbtvnewsindonesia77",
          "source": "@cbtvnewsindonesia77",
          "target": "cbtvnewsindonesia77",
          "attributes": {
            "label": "mention",
            "type": "mention",
            "source": "youtube-000001",
            "timestamp": 1778541426000,
            "hashtags": [
              "#walikotaprobolinggo",
              "#nahdlatululama",
              "#presidenprabowo"
            ]
          }
        }
      ]
    }
  }
}